Rabu, 07 Maret 2012

TUGAS 2 PRAKTIKUM BK BELAJAR (SATLAN)


SATLAN PRAKTIKUM BK BELAJAR
(DISIPLIN DALAM BELAJAR)





Disusun Oleh:

STEFANNY A.S                 (132010001)


PROGAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2012

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
SMP NEGERI 1 KUDUS
JL. JENDRAL SUDIRMAN N0. 1 KUDUS (JAWA TENGAH)

Kelas                                                   : VII A
Semester/Tahun                                   : I/2012-2013
Waktu Pelaksanaan                             : Rabu, 14 Maret 2012
Alokasi Waktu                                    : 1 X 45 menit
Tempat                                               : Ruang Kelas VIIA
Layanan/Bidang Bimbingan               : Penguasaan Konten/Bimbingan Belajar
Judul/Spesifikasi Layanan                  : Konsentrasi Dalam Belajar
Fungsi Layanan                                   : Pemahaman dan Pengembangan

A. Tujuan Khusus                               : Siswa mampu berkonsentrasi dalam belajar
B. Materi Layanan                              : Terlampir
C. Metode                                           : Ceramah, diskusi dan permainan
D. Kegiatan Awal :
  • Guru menciptakan kondisi kelas yang kondusif sebelum memulai melaksanakan kegiatan bimbingan.
  • Guru melakukan kegiatan apersepsi
  • Guru menyampaikan topik dan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini


Kegiatan Inti
Eksplorasi              : -Guru memberikan ceramah tentang konsentrasi belajar
  -Guru menjelaskan pedoman permainan “konsentrasi”
      Elaborasi               :-Guru membagi kelompok untuk permainan “konsentrasi”
 -Siswa mengikuti pedoman permainan dan melaksanakan kegiatan
   permainan
       Konfirmasi           :-Guru memberikan pedoman diskusi tentang permainan yang telah
  dilaksanakan
 -Siswa mempresentasikan hasil diskusi
Kegiatan Akhir     :-Guru memberikan kesimpulan dari hasil diskusi siswa
 -Guru memberikan harapan terhadap materi layanan yang telah
  diberikan

E. Alat dan Media : Kertas pedoman diskusi dan permainan
F. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut
Penilaian Proses: Guru mengobservasi proses kegiatan layanan
Penilaian Hasil:
·         Penilaian Laiseg
Menilai berapa banyak siswa yang berhasil berkonsentrasi dalam permainan?
·         Penilaian Laijapen
Memberikan latihan kembali pada siswa yang tidak berhasil berkonsentrasi dalam permainan
·         Penilaian Laijapang
Memantau perkembangan siswa yang tidak berhasil berkonsentrasi dalam permainan
Tindak Lanjut: Memberikan layanan konseling pada siswa yang tidak berhasil
  berkonsentrasi dalam permainan
G. Keterkaitan Layanan dengan Kegiatan Pendukung : Himpunan Data
H. Sumber :
Susanti Ana.(2010). Bahan Ajar Dinamika Kelompok. Jakarta: Widyaiswara Pertama PPPPTK Penjas dan BK.
I. Biaya : Rp. 5000 (foto copy kertas diskusi)
J. Catatan Khusus : perlu ada konseling dengan salah satu anak








Mengetahui,                                                                       Blora,8 Februari  2012
Kepala sekolah                                                                         Perencana layanan







 

LAMPIRAN 1
MATERI LAYANAN
Lingkungan mempengaruhi kemampuan Anda dalam berkonsentrasi untuk belajar. Anda akan dapat memaksimalkan kemampuan konsentrasi Anda, jika Anda mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap konsentrasi. Jika Anda dapat memaksimalkan konsentrasi, Anda mampu menggunakan kemampuan Anda pada saat dan suasana yang tepat. Dengan demikian Anda dapat menghemat energi. Coba bayangkan jika Anda termasuk orang yang suka belajar di tempat yang sepi dan tenang, sementara teman Anda mengajak belajar di rumahnya sambil memasang musik dengan keras. Mampukah Anda berkonsentrasi dengan maksimal?
Faktor lingkungan yang mempengaruhi konsentrasi belajar adalah suara, pencahayaan, temperatur, dan desain belajar.
a. Suara
Tiap orang mempunyai reaksi yang berbeda terhadap suara. Ada yang menyukai belajar sambil mendengarkan musik keras, musik lembut, ataupun nonton TV. Ada juga yang suka belajar di tempat yang ramai, bersama teman. Tapi ada juga yang tidak dapat berkonsentrasi kalau banyak orang di sekitarnya. Bahkan bagi orang tertentu, musik atau suara apapun akan mengganggu konsentrasi belajar mereka. Mereka memilih belajar tanpa musik atau di tempat yang mereka anggap tenang tanpa suara. Namun, beberapa orang tertentu tidak merasa terganggu baik ada suara ataupun tidak. Mereka tetap dapat berkonsentrasi belajar dalam keadaan apapun.
b. Pencahayaan
Pencahayaan merupakan faktor yang pengaruhnya kurang begitu dirasakan dibandingkan pengaruh suara. Mungkin karena relatif mudah mengatur pencahayaan sesuai dengan yang Anda butuhkan.
c. Temperatur
Pengaruh temperatur terhadap konsentrasi belajar pada umumnya juga tidak terlalu dipermasalahkan orang. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa reaksi tiap orang terhadap temperatur berbeda. Ada yang memilih belajar di tempat dingin, atau sejuk; sedangkan orang yang lain memilih tempat yang hangat.
d. Desain Belajar
Jika Anda sedang membaca, menulis, atau meringkas modul yang membutuhkan konsentrasi, coba perhatikan, apakah Anda merasa lebih nyaman untuk melakukannya sambil duduk santai di kursi, sofa, tempat tidur, tikar, karpet atau duduk santai di lantai? Jika salah satu cara tersebut  merupakan cara yang membuat Anda lebih mudah berkonsentrasi untuk belajar, maka mungkin Anda termasuk orang yang membutuhkan desain informal atau cara belajar tidak formal yang santai.
Jika Anda termasuk tipe yang membutuhkan desain formal, maka mungkin Anda lebih mudah berkonsentrasi jika belajar dengan kursi dan meja belajar. Lengkapi tempat belajar Anda dengan kalimat-kalimat positif, foto, gambar, atau jadwal belajar yang dapat meningkatkan semangat belajar Anda. Yang penting, sesuaikan dengan tipe Anda, baik tipe informal maupun tipe formal.
Anda telah mengetahui faktor-faktor dalam lingkungan yang dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Jadi, maksimalkan lingkungan tersebut untuk memaksimalkan konsentrasi belajar Anda.
Tips Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak
Hal terpenting dalam proses belajar adalah konsentrasi belajar anak. Anak akan mudah menangkap materi pelajaran jika anak merasa nyaman dan dapat berkonsentrasi dalam belajar. Pertanyaan saya, Apakah anak anda sudah meningkatkan konsentrasi belajarnya?
Berikut ini ada beberapa tips cara meningkatkan konsentrasi belajar (Marthinz) :
  1. Hilangkan Beban dan Tugas-Tugas
Jika ada PR (pekerjaan rumah) sebaiknya diselesaikan dulu agar tidak kepikiran terus-menerus pd saat kegiatan belajar berlangsung. Lakukan identifikasi hal-hal yg hrs dilakukan / melaksanakannya agar tidak ada beban
  1. Pikirkan Manfaat Belajar di Masa Depan
Untuk menyemangati kegiatan belajar kita harus sedikit berandai-andai, yakni kalau kita sudah besar nanti akan sukses jadi org pandai, penghasilan besar, punya pacar cakep, dll. Dengan demikian maka kita akan menjadi lebih terpacu untuk meraih masa depan yang kita cita-citakan
  1. Jangan Terlalu Capek
Usahakan tidak membuat jadwal belajar dgn aktivitas fisik berlebih seperti olahraga, main seharian, jalan-jalan ke mall, dan lainnya. Kalau sudah terlanjur capek maka bljr sebentarpun sudah bisa membuat ngantuk. Bila pulang sekolah sebaiknya langsung tidur siang atau sore lalu stlh bangun tidur langsung belajar yg serius.
  1. Posisi Belajar Yang Pas
Belajar jangan dengan posisi tubuh yang salah seperti sambil tiduran, sambil jalan-jalan, sambil nonton tv, sambil ngobrol, sambil jongkok, dan lain sebagainya. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar jika ada atau di meja dan kursi yang membuat kita senyaman di meja kursi sekolah atau kampus.
  1. Tempat yang tenang dan nyaman
Hindari lokasi belajar yg berisik/mudah menghilangkan konsentrasi belajar kita. Bila perlu menyendirilah anda di kamar tanpa suara apapun. Beritahu orang-orang di rumah kalau anda sedang belajar dan mohon untuk tidak diganggu beberapa waktu demi masa depan yang cemerlang.
  1. Cari Tahu Metode Belajar Yang Tepat
Coba saja aktivitas tertentu yang menurut kamu dapat menunjang masuknya materi pelajaran ke dalam otak. misal sambil mendengarkan musik, sambil menyanyi, sambil keliling-keliling, sambil corat-coret kertas.
  1. Strategi Menghapal Materi Pelajaran
Jika punya kesulitan menghapal / memahami pelajaran maka sebaiknya membuat rangkuman pelajaran yang mudah dimengerti dan dpt dilihat / dibaca-baca kembali jika ada yang lupa. Bisa juga membuat hub.gmbr-gmbr yg mewakili point-poin pelajaran. Bisa juga merekam suara kita saat membaca materi pelajaran utk didengar kembali. Bisa pula membuat pertanyaan-pertanyaan tertentu yang atas materi yg telah dipelajari, dan lainnya.
  1. Istirahat / Break Jika Lelah
Jangan dipaksakan tubuh yang lelah untuk terus belajar karena tidak ada gunanya. Percuma bila dipaksakan pun bisa-bisa menjadi sakit spt; pusing vertigo, demam, badan lemas, masuk angin, dan lain-lain. Pelajaran yang sudah dihapal pun mungkin saja bisa
  1. Lupakan Sejenak Masalah Cinta dan Pacar
Buat apa pacaran kalau masa depan kamu rusak. Lebih baik jangan pacaran dulu kalau belum punya pacar atau buat kesepakatan dengan kekasih pujaan hati untuk janji saling setia dan saling mendukung dalam kegiatan belajar mengajar akan terlupakan.

LAMPIRAN 2
PEDOMAN PERMAINAN
Tupai dan Pemburu
  • Fasilitataor membagi tim menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 3 orang atau lebih.
  • Dua orang atau lebih menjadi pohonnya dengan berpegangan tangan dan berdiri, kemudian 1 orang atau lebih sebagai TUPAI yang duduk di antara pohon atau dibawah pohon.
  • Instruktur akan memberikan aba-aba “Awas, ada pemburu...” maka yang merasa sebagai kijang akan berpindah kepohon yang lain.
  • Kalau ada aba-aba “Awas, ada kebakaran...”, maka yang merasa sebagai pohon akan berpindah kepohon lainnya, demikian seterusnya.
  • Kalau ada aba-aba kebanjiran, yang menjadi pohon menyelamatkan kijang dengan cara menggendongnya.
LAMPIRAN 3
PEDOMAN DISKUSI KELOMPOK
1. Apa yang kamu dapatkan dari permainan konsentrasi (tupai dan pemburu) tersebut?
2. Apa yang membuat kamu bisa berkonsentrasi? (diisi oleh yang berhasil berkonsentrasi)
3. Apa yang membuat kamu tidak bisa berkonsentrasi? (diisi oleh yang belum berhasil berkonsentrasi)
4. Bagaimana perasaanmu mengikuti permainan konsentrasi (tupai dan pemburu) tersebut?
5. Adakah kesulitan dalam mengikuti permainan (tupai dan pemburu) tersebut?

LAMPIRAN 4
PEDOMAN OBSERVASI
ASPEK YANG DIAMATI
JUMLAH
Siswa yang mengobrol saat materi disampaikan
2
Siswa yang bertanya
3
Siswa yang tidak mampu menjelaskan pedoman permainan
1
Siswa yang mengikuti permainan
10
Siswa yang berpartisipasi dalam diskusi kelompok
15
Kelompok yang mengungkapkan hasil diskusi
3
Siswa yang belum berhasil dalam berkonsentrasi dalam permainan
1




LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR
Judul/Spesifikasi Layanan : Konsentrasi Dalam Belajar
Kelas : VII A SMP NEGERI 1 KUDUS (JAWA TENGAH)
Waktu Pelaksanaan : Rabu, 14 Maret 2012
Hasil
Kegiatan awal:
Yang pertama guru menciptakan kondisi kelas yang kondusif terlebih dahulu sebelum melaksanakan kegiatan bimbingan dengan langkah-langkah seperti ini: mengucap salam, memeriksa situasi dan kondisi kelas, memeriksa kehadiran siswa. Awal nya kelas ramai tapi setelah guru masuk dan membuat kelas kondusif, siswa bisa menyesuaikan diri dan tidak ramai.
Yang kedua guru melakukan kegiatan apersepsi, yaitu guru mengulang atau bertanya materi sebelumnya. Saat itu siswa antusias untuk menjelaskan materi yang kemarin mereka dapat.
Yang ketiga guru menyampaikan topik dan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini yaitu membahas tentang konsentrasi dalam belajar. Tujuannya supaya siswa dapat lebih konsentarsi dalam belajar karna itu penting bukan saja untuk belajar disekolah namun untuk kehidupan mereka sehari-hari.
Kegiatan inti:
Guru ceramah atau menjelaskan tentang materi konsentrasi belajar, kemudian menjelaskasn pedoman permainan konsentrasi yaitu tupai dan pemburu. Siswa terlihat menyimak dan mendengarkan apa yang sedang dijelaskan oleh guru. Namun masih ada yang mengobrol dengan teman sendiri dan ada juga yang tidak bisa menjelaskan pedoman permainan yang sudah dijelaskan guru. Selanjutnya guru membagi kelompok untuk permainan kemudian siswa mengikuti permainan. Siswa terlihat antusias untuk mengikuti permainan. Selanjutnya guru menjelaskan pedoman diskusi tentang permainan kemudian siswa mempresentasikan hasil diskusi. Siswa telihat banyak yang mengikuti diskusi tapi ada juga yang masih belum dapat berkonsentrasi dalam permainan.

Kegiatan akhir:
Setelah materi dan permainan selesai guru menyampaikan kesimpulan dari semuanya dan memberi harapan supaya siswa dapat melakukan konsentrasi dalam belajar maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil penilaian proses:
Hasil observasi kegiatan, siswa yang mengobrol saat materi dijelaskan ada 2 orang, siswa yang bertanya hanya 3 orang, siswa yang tidak mampu menjelaskan pedoman permainan 1 orang, siswa yang ikut permainan 10, siswa yang berpartisipasi dalam diskusi kelompok 15 orang, kelompok yang mengemukakan hasil diskusi hanya 3 kelompok, dan siswa yang belum berhasil konsentarsi dalam permainan yaitu 1 orang.
Hasil penilaian laiseg:
Siswa hampir semua dapat berkonsentrasi dalam permainan tapi 1 orang saja yang belum berhasil.
Hasil penilaian laijapen:
Karna masih ada 1 siswa yang tidak berhasil dalam berkonsentrasi, guru mencoba memberi latihan kembali.
Hasil penilaian laijapang:
Siswa dipantau saat melakukan latihan kembali berlangsung.
Tindak lanjut:
Memberikan layanan konseling pada siswa yang tidak berhasil berkonsentrasi dalam permainan





SATUAN LAYANAN KONSELING
Kelas                                       : VII A
Semester                                  : I/2012-2013
Sasaran                                    : JS (Laki-laki)
Layanan/Bidang                      : Konseling Individual / Bimbingan Belajar.
Judul/Spesifikasi Layanan      : Konsentrasi Dalam Belajar.
Fungsi Layanan                       : Pengembangan
Tujuan Layanan                      : JS dapat meningkatkan konsentrasi belajarnya.
Metode                                    : Menggunakan terapi person-centered
Kegiatan Awal                        : opening, pengumpulan data
Kegiatan Inti                           : perumusan masalah, penyebab masalah, jalan keluar dan
                                                  evaluasi.
Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut : Konseling Individual
Biaya                                       :-
Sumber                                    : Dari wali kelas.
Catatan Khusus                       : Orang tua selalu bertengkar







Laporan Verbatim
Nama Konselor                       : Stefanny A.S
Nama Klien                             : Joy Surya (JS)
Tanggal Konseling                  : 16 Maret 2012
Informasi mengenai Klien       :
JS berusia 13 tahun, anak tunggal. Ayahnya seorang pengusaha terkenal didaerahnya dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Ayahnya sibuk sekali dan saat pulang kerumah isinya cuma bertengkar sama mama.
Hari ini adalah kunjungan JS yang pertama kalinya. Informasi JS saya dapatkan dari data yang saya himpun lewat wali kelas JS.
Perasaan saya sebelum sesi konseling: Saya merasa senang dan menunggu-nunggu saat konseling dengan klien ini. Saya yakin dapat menjalin hubungan yang baik terhadap JS.
Hal-hal yang terjadi sebelum respons-respons di bawah ini:
Ketika JS datang untuk menjalani sesi ini ia terlihat letih lesu. Selama 10 menit pertama di ruang konseling, sikap tubuhnya terlihat lemah dan ia tampak enggan berbicara. Setelah diam beberapa menit, saya merasa seolah-olah ia membangun tembok pembatas di antara kami berdua. Setelah itu saya bicara.
Ko       : hmm apa kabar kamu jo?
Ki        : (diam saja)
Ko       : habis pelajaran apa tadi?
Ki        : olahraga buk,,
Ko       : sudah sarapan lum?kok keliatan lemas?
Ki        : enggak sempet buk
              (menunduk)
Ko       : emm gak sempet memang tadi bangun jam berapa?kok sampai gak sempet.
Ki        : 7 kurang buk
Ko       : wah memang tidur jam berapa tadi malam?
Ki        : gak tau,,pokoknya malam lah buk,,
Ko       : ooo gitu..apa yang menyebabkan kamu tidur larut malam?
Ki        : adalah buk pokoknya.
Ko       : mungkin karna kamu sering begadang jadi kamu tidak berkonsentrasi dalam
              mengikuti pelajaran yaw?
Ki        : ya buk,,,maaf
Ko       : memangnya apa sie yang menyebabkan kamu tidur sampai larut malam
Ki        : jadi gini buk ceritanya,,saat saya mau tidur, bersamaan juga ayah saya pulang dari             kerja, tiap pulang kerja kerjaannya bertengkar melulu sama mama saya,, jadi ya saya
              gak bisa tidur tow buk,,
Ko       : oo jadi begitu,,
Ki        : y buk,, jadi kalau pagi saya bangunnya telat dan saat pelajaran saya mengantuk jadi
              gak bisa konsentrasi.
Ko       : trus apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi ini?
Ki        : gak tau buk
Ko       : menurutmu ada jalan keluar gak supaya kamu tetap konsentrasi dalam belajar?
Ki        : ada sie buk, saya berencana untuk kos saja, supaya saya dapat belajar dengan tenang,
              tidur juga gak kemaleman, dengan begitu saya dapat konsentasi dalam mengikuti
              pelajaran disekolah.
Ko       : orang tua mu mengijinkan?
Ki        : belum tau sie buk,,mungkin besok saya akan bicarakan samaa orang tua saya.
Ko       : ya, bagus itu kamu harus ijin dulu dengan orang tua kamu, ini juga untuk kebaikan
              masa depan kamu.
Ki        : ya buk, saya mengerti
Ko       : bagus kalau begitu
Ki        : trimaksih yaw buk, buat luangin waktunya buat saya
Ko       : ya sama-sama,, selamat mencobanya yaw,,ibu doakan berhasil.
Ki        : y buk,, trimakasih, selamat siang bu,,
Ko       : selamat siang juga.

Perasaan saya setelah pertemuan konseling:
Saya merasa lega karna telah mengetahui penyebab konseli tidak dapat berkonsentrasi saat pelajaran dan berhasil menemukan solusi untuk konseli yang di pecahkan konseli sendiri bukan konselor.
Hal yang saya temukan dari sesi ini :
Peran orang tua juga sangat mempengaruhi konsentasi belajar siswa, jadi perlu adanya perhatian dari orang tua untuk selalu memantau anaknya dalam belajar, apakah mereka dapat konsentrasi atau tidak saat belajar dirumah maupun disekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar