SATLAN PRAKTIKUM BK BELAJAR
(DISIPLIN DALAM BELAJAR)
Disusun
Oleh:
STEFANNY
A.S
(132010001)
PROGAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2012
SATUAN
LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
SMP
NEGERI 1 KUDUS
JL.
JENDRAL SUDIRMAN N0. 1 KUDUS (JAWA TENGAH)
Kelas
: VII A
Semester/Tahun
:
I/2012-2013
Waktu
Pelaksanaan :
Rabu, 14 Maret 2012
Alokasi
Waktu :
1 X 45 menit
Tempat : Ruang Kelas VIIA
Layanan/Bidang
Bimbingan : Penguasaan Konten/Bimbingan Belajar
Judul/Spesifikasi
Layanan : Konsentrasi
Dalam Belajar
Fungsi
Layanan :
Pemahaman dan Pengembangan
A.
Tujuan Khusus :
Siswa mampu berkonsentrasi dalam belajar
B.
Materi Layanan :
Terlampir
C.
Metode :
Ceramah, diskusi dan permainan
D.
Kegiatan Awal :
- Guru
menciptakan kondisi kelas yang kondusif sebelum memulai melaksanakan
kegiatan bimbingan.
- Guru
melakukan kegiatan apersepsi
- Guru
menyampaikan topik dan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini
Kegiatan
Inti
Eksplorasi : -Guru memberikan ceramah tentang
konsentrasi belajar
-Guru menjelaskan pedoman permainan “konsentrasi”
Elaborasi :-Guru
membagi kelompok untuk permainan “konsentrasi”
-Siswa
mengikuti pedoman permainan dan melaksanakan kegiatan
permainan
Konfirmasi :-Guru memberikan pedoman diskusi tentang permainan yang
telah
dilaksanakan
-Siswa
mempresentasikan hasil diskusi
Kegiatan
Akhir :-Guru memberikan kesimpulan
dari hasil diskusi siswa
-Guru
memberikan harapan terhadap materi layanan yang telah
diberikan
E.
Alat dan Media : Kertas pedoman diskusi dan permainan
F.
Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut
Penilaian
Proses: Guru mengobservasi proses kegiatan layanan
Penilaian
Hasil:
·
Penilaian Laiseg
Menilai
berapa banyak siswa yang berhasil berkonsentrasi dalam permainan?
·
Penilaian Laijapen
Memberikan
latihan kembali pada siswa yang tidak berhasil berkonsentrasi dalam permainan
·
Penilaian Laijapang
Memantau
perkembangan siswa yang tidak berhasil berkonsentrasi dalam permainan
Tindak
Lanjut: Memberikan layanan konseling pada siswa yang tidak berhasil
berkonsentrasi
dalam permainan
G.
Keterkaitan Layanan dengan Kegiatan Pendukung : Himpunan Data
H.
Sumber :
Susanti
Ana.(2010). Bahan Ajar Dinamika Kelompok. Jakarta: Widyaiswara Pertama PPPPTK
Penjas dan BK.
I.
Biaya : Rp. 5000 (foto copy kertas diskusi)
J.
Catatan Khusus : perlu ada konseling dengan salah satu anak
Mengetahui,
Blora,8 Februari 2012
Kepala sekolah
Perencana layanan
LAMPIRAN 1
MATERI LAYANAN
Lingkungan
mempengaruhi kemampuan Anda dalam berkonsentrasi untuk belajar. Anda akan dapat
memaksimalkan kemampuan konsentrasi Anda, jika Anda mengetahui faktor apa saja
yang berpengaruh terhadap konsentrasi. Jika Anda dapat memaksimalkan
konsentrasi, Anda mampu menggunakan kemampuan Anda pada saat dan suasana yang
tepat. Dengan demikian Anda dapat menghemat energi. Coba bayangkan jika Anda
termasuk orang yang suka belajar di tempat yang sepi dan tenang, sementara
teman Anda mengajak belajar di rumahnya sambil memasang musik dengan keras.
Mampukah Anda berkonsentrasi dengan maksimal?
Faktor lingkungan yang mempengaruhi konsentrasi
belajar adalah suara, pencahayaan, temperatur, dan desain belajar.
a. Suara
Tiap orang mempunyai reaksi yang berbeda terhadap
suara. Ada yang menyukai belajar sambil mendengarkan musik keras, musik lembut,
ataupun nonton TV. Ada juga yang suka belajar di tempat yang ramai, bersama
teman. Tapi ada juga yang tidak dapat berkonsentrasi kalau banyak orang di
sekitarnya. Bahkan bagi orang tertentu, musik atau suara apapun akan mengganggu
konsentrasi belajar mereka. Mereka memilih belajar tanpa musik atau di tempat
yang mereka anggap tenang tanpa suara. Namun, beberapa orang tertentu tidak
merasa terganggu baik ada suara ataupun tidak. Mereka tetap dapat
berkonsentrasi belajar dalam keadaan apapun.
b. Pencahayaan
Pencahayaan merupakan faktor yang pengaruhnya kurang
begitu dirasakan dibandingkan pengaruh suara. Mungkin karena relatif mudah
mengatur pencahayaan sesuai dengan yang Anda butuhkan.
c. Temperatur
Pengaruh temperatur terhadap konsentrasi belajar pada
umumnya juga tidak terlalu dipermasalahkan orang. Namun, Anda perlu mengetahui
bahwa reaksi tiap orang terhadap temperatur berbeda. Ada yang memilih belajar
di tempat dingin, atau sejuk; sedangkan orang yang lain memilih tempat yang
hangat.
d. Desain Belajar
Jika Anda sedang membaca, menulis, atau meringkas
modul yang membutuhkan konsentrasi, coba perhatikan, apakah Anda merasa lebih
nyaman untuk melakukannya sambil duduk santai di kursi, sofa, tempat tidur,
tikar, karpet atau duduk santai di lantai? Jika salah satu cara tersebut
merupakan cara yang membuat Anda lebih mudah berkonsentrasi untuk belajar, maka
mungkin Anda termasuk orang yang membutuhkan desain informal atau cara belajar tidak formal
yang santai.
Jika Anda termasuk tipe yang membutuhkan desain formal,
maka mungkin Anda lebih mudah berkonsentrasi jika belajar dengan kursi dan meja
belajar. Lengkapi tempat belajar Anda dengan kalimat-kalimat positif, foto,
gambar, atau jadwal belajar yang dapat meningkatkan semangat belajar Anda. Yang
penting, sesuaikan dengan tipe Anda, baik tipe informal maupun tipe formal.
Anda telah mengetahui faktor-faktor dalam lingkungan
yang dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Jadi, maksimalkan lingkungan
tersebut untuk memaksimalkan konsentrasi belajar Anda.
Tips
Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak
Hal
terpenting dalam proses belajar adalah konsentrasi belajar anak. Anak akan
mudah menangkap materi pelajaran jika anak merasa nyaman dan dapat
berkonsentrasi dalam belajar. Pertanyaan saya, Apakah anak anda sudah
meningkatkan konsentrasi belajarnya?
Berikut
ini ada beberapa tips cara meningkatkan konsentrasi belajar (Marthinz) :
- Hilangkan
Beban dan Tugas-Tugas
Jika
ada PR (pekerjaan rumah) sebaiknya diselesaikan dulu agar tidak kepikiran
terus-menerus pd saat kegiatan belajar berlangsung. Lakukan identifikasi
hal-hal yg hrs dilakukan / melaksanakannya agar tidak ada beban
- Pikirkan
Manfaat Belajar di Masa Depan
Untuk
menyemangati kegiatan belajar kita harus sedikit berandai-andai, yakni kalau
kita sudah besar nanti akan sukses jadi org pandai, penghasilan besar, punya
pacar cakep, dll. Dengan demikian maka kita akan menjadi lebih terpacu untuk
meraih masa depan yang kita cita-citakan
- Jangan
Terlalu Capek
Usahakan
tidak membuat jadwal belajar dgn aktivitas fisik berlebih seperti olahraga,
main seharian, jalan-jalan ke mall, dan lainnya. Kalau sudah terlanjur capek
maka bljr sebentarpun sudah bisa membuat ngantuk. Bila pulang sekolah sebaiknya
langsung tidur siang atau sore lalu stlh bangun tidur langsung belajar yg
serius.
- Posisi
Belajar Yang Pas
Belajar
jangan dengan posisi tubuh yang salah seperti sambil tiduran, sambil
jalan-jalan, sambil nonton tv, sambil ngobrol, sambil jongkok, dan lain
sebagainya. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar jika ada atau di
meja dan kursi yang membuat kita senyaman di meja kursi sekolah atau kampus.
- Tempat
yang tenang dan nyaman
Hindari
lokasi belajar yg berisik/mudah menghilangkan konsentrasi belajar kita. Bila
perlu menyendirilah anda di kamar tanpa suara apapun. Beritahu orang-orang di
rumah kalau anda sedang belajar dan mohon untuk tidak diganggu beberapa waktu
demi masa depan yang cemerlang.
- Cari
Tahu Metode Belajar Yang Tepat
Coba
saja aktivitas tertentu yang menurut kamu dapat menunjang masuknya materi
pelajaran ke dalam otak. misal sambil mendengarkan musik, sambil menyanyi,
sambil keliling-keliling, sambil corat-coret kertas.
- Strategi
Menghapal Materi Pelajaran
Jika
punya kesulitan menghapal / memahami pelajaran maka sebaiknya membuat rangkuman
pelajaran yang mudah dimengerti dan dpt dilihat / dibaca-baca kembali jika ada
yang lupa. Bisa juga membuat hub.gmbr-gmbr yg mewakili point-poin pelajaran.
Bisa juga merekam suara kita saat membaca materi pelajaran utk didengar
kembali. Bisa pula membuat pertanyaan-pertanyaan tertentu yang atas materi yg
telah dipelajari, dan lainnya.
- Istirahat
/ Break Jika Lelah
Jangan
dipaksakan tubuh yang lelah untuk terus belajar karena tidak ada gunanya.
Percuma bila dipaksakan pun bisa-bisa menjadi sakit spt; pusing vertigo, demam,
badan lemas, masuk angin, dan lain-lain. Pelajaran yang sudah dihapal pun
mungkin saja bisa
- Lupakan
Sejenak Masalah Cinta dan Pacar
Buat
apa pacaran kalau masa depan kamu rusak. Lebih baik jangan pacaran dulu kalau
belum punya pacar atau buat kesepakatan dengan kekasih pujaan hati untuk janji
saling setia dan saling mendukung dalam kegiatan belajar mengajar akan
terlupakan.
LAMPIRAN 2
PEDOMAN PERMAINAN
Tupai
dan Pemburu
- Fasilitataor
membagi tim menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 3 orang atau
lebih.
- Dua
orang atau lebih menjadi pohonnya dengan berpegangan tangan dan berdiri,
kemudian 1 orang atau lebih sebagai TUPAI yang duduk di antara pohon atau
dibawah pohon.
- Instruktur
akan memberikan aba-aba “Awas, ada pemburu...” maka yang merasa sebagai
kijang akan berpindah kepohon yang lain.
- Kalau
ada aba-aba “Awas, ada kebakaran...”, maka yang merasa sebagai pohon akan
berpindah kepohon lainnya, demikian seterusnya.
- Kalau
ada aba-aba kebanjiran, yang menjadi pohon menyelamatkan kijang dengan
cara menggendongnya.
LAMPIRAN 3
PEDOMAN DISKUSI KELOMPOK
1.
Apa yang kamu dapatkan dari permainan konsentrasi (tupai dan pemburu) tersebut?
2.
Apa yang membuat kamu bisa berkonsentrasi? (diisi oleh yang berhasil
berkonsentrasi)
3.
Apa yang membuat kamu tidak bisa berkonsentrasi? (diisi oleh yang belum
berhasil berkonsentrasi)
4.
Bagaimana perasaanmu mengikuti permainan konsentrasi (tupai dan pemburu)
tersebut?
5.
Adakah kesulitan dalam mengikuti permainan (tupai dan pemburu) tersebut?
LAMPIRAN 4
PEDOMAN OBSERVASI
ASPEK YANG DIAMATI
|
JUMLAH
|
Siswa
yang mengobrol saat materi disampaikan
|
2
|
Siswa
yang bertanya
|
3
|
Siswa
yang tidak mampu menjelaskan pedoman permainan
|
1
|
Siswa
yang mengikuti permainan
|
10
|
Siswa
yang berpartisipasi dalam diskusi kelompok
|
15
|
Kelompok
yang mengungkapkan hasil diskusi
|
3
|
Siswa
yang belum berhasil dalam berkonsentrasi dalam permainan
|
1
|
LAPORAN
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR
Judul/Spesifikasi
Layanan : Konsentrasi Dalam Belajar
Kelas
: VII A SMP NEGERI 1 KUDUS (JAWA TENGAH)
Waktu
Pelaksanaan : Rabu, 14 Maret 2012
Hasil
Kegiatan
awal:
Yang
pertama guru menciptakan kondisi kelas yang kondusif terlebih dahulu sebelum
melaksanakan kegiatan bimbingan dengan langkah-langkah seperti ini: mengucap
salam, memeriksa situasi dan kondisi kelas, memeriksa kehadiran siswa. Awal nya
kelas ramai tapi setelah guru masuk dan membuat kelas kondusif, siswa bisa
menyesuaikan diri dan tidak ramai.
Yang
kedua guru melakukan kegiatan apersepsi, yaitu guru mengulang atau bertanya
materi sebelumnya. Saat itu siswa antusias untuk menjelaskan materi yang
kemarin mereka dapat.
Yang
ketiga guru menyampaikan topik dan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini
yaitu membahas tentang konsentrasi dalam belajar. Tujuannya supaya siswa dapat
lebih konsentarsi dalam belajar karna itu penting bukan saja untuk belajar
disekolah namun untuk kehidupan mereka sehari-hari.
Kegiatan
inti:
Guru
ceramah atau menjelaskan tentang materi konsentrasi belajar, kemudian
menjelaskasn pedoman permainan konsentrasi yaitu tupai dan pemburu. Siswa
terlihat menyimak dan mendengarkan apa yang sedang dijelaskan oleh guru. Namun
masih ada yang mengobrol dengan teman sendiri dan ada juga yang tidak bisa
menjelaskan pedoman permainan yang sudah dijelaskan guru. Selanjutnya guru
membagi kelompok untuk permainan kemudian siswa mengikuti permainan. Siswa terlihat
antusias untuk mengikuti permainan. Selanjutnya guru menjelaskan pedoman
diskusi tentang permainan kemudian siswa mempresentasikan hasil diskusi. Siswa
telihat banyak yang mengikuti diskusi tapi ada juga yang masih belum dapat
berkonsentrasi dalam permainan.
Kegiatan
akhir:
Setelah
materi dan permainan selesai guru menyampaikan kesimpulan dari semuanya dan
memberi harapan supaya siswa dapat melakukan konsentrasi dalam belajar maupun
dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil
penilaian proses:
Hasil
observasi kegiatan, siswa yang mengobrol saat materi dijelaskan ada 2 orang, siswa
yang bertanya hanya 3 orang, siswa yang tidak mampu menjelaskan pedoman
permainan 1 orang, siswa yang ikut permainan 10, siswa yang berpartisipasi
dalam diskusi kelompok 15 orang, kelompok yang mengemukakan hasil diskusi hanya
3 kelompok, dan siswa yang belum berhasil konsentarsi dalam permainan yaitu 1
orang.
Hasil
penilaian laiseg:
Siswa
hampir semua dapat berkonsentrasi dalam permainan tapi 1 orang saja yang belum
berhasil.
Hasil
penilaian laijapen:
Karna
masih ada 1 siswa yang tidak berhasil dalam berkonsentrasi, guru mencoba
memberi latihan kembali.
Hasil
penilaian laijapang:
Siswa
dipantau saat melakukan latihan kembali berlangsung.
Tindak
lanjut:
Memberikan
layanan konseling pada siswa yang tidak berhasil berkonsentrasi dalam permainan
SATUAN
LAYANAN KONSELING
Kelas : VII A
Semester : I/2012-2013
Sasaran : JS
(Laki-laki)
Layanan/Bidang : Konseling Individual /
Bimbingan Belajar.
Judul/Spesifikasi
Layanan : Konsentrasi Dalam Belajar.
Fungsi
Layanan :
Pengembangan
Tujuan
Layanan : JS dapat
meningkatkan konsentrasi belajarnya.
Metode : Menggunakan
terapi person-centered
Kegiatan
Awal : opening,
pengumpulan data
Kegiatan
Inti : perumusan
masalah, penyebab masalah, jalan keluar dan
evaluasi.
Rencana
Penilaian dan Tindak Lanjut : Konseling Individual
Biaya
:-
Sumber : Dari wali
kelas.
Catatan
Khusus : Orang tua selalu
bertengkar
Laporan
Verbatim
Nama
Konselor : Stefanny
A.S
Nama
Klien : Joy
Surya (JS)
Tanggal
Konseling : 16 Maret 2012
Informasi
mengenai Klien :
JS
berusia 13 tahun, anak tunggal. Ayahnya seorang pengusaha terkenal didaerahnya
dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Ayahnya sibuk sekali dan saat pulang
kerumah isinya cuma bertengkar sama mama.
Hari
ini adalah kunjungan JS yang pertama kalinya. Informasi JS saya dapatkan dari
data yang saya himpun lewat wali kelas JS.
Perasaan
saya sebelum sesi konseling: Saya merasa senang dan menunggu-nunggu saat
konseling dengan klien ini. Saya yakin dapat menjalin hubungan yang baik
terhadap JS.
Hal-hal
yang terjadi sebelum respons-respons di bawah ini:
Ketika
JS datang untuk menjalani sesi ini ia terlihat letih lesu. Selama 10 menit
pertama di ruang konseling, sikap tubuhnya terlihat lemah dan ia tampak enggan
berbicara. Setelah diam beberapa menit, saya merasa seolah-olah ia membangun
tembok pembatas di antara kami berdua. Setelah itu saya bicara.
Ko : hmm apa kabar kamu jo?
Ki : (diam saja)
Ko : habis pelajaran apa tadi?
Ki : olahraga buk,,
Ko : sudah sarapan lum?kok keliatan lemas?
Ki : enggak sempet buk
(menunduk)
Ko : emm gak sempet memang tadi bangun jam
berapa?kok sampai gak sempet.
Ki : 7 kurang buk
Ko : wah memang tidur jam berapa tadi malam?
Ki : gak tau,,pokoknya malam lah buk,,
Ko : ooo gitu..apa yang menyebabkan kamu
tidur larut malam?
Ki : adalah buk pokoknya.
Ko : mungkin karna kamu sering begadang jadi
kamu tidak berkonsentrasi dalam
mengikuti pelajaran yaw?
Ki : ya buk,,,maaf
Ko : memangnya apa sie yang menyebabkan kamu
tidur sampai larut malam
Ki : jadi gini buk ceritanya,,saat saya mau
tidur, bersamaan juga ayah saya pulang dari
kerja, tiap pulang kerja kerjaannya
bertengkar melulu sama mama saya,, jadi ya saya
gak bisa tidur tow buk,,
Ko : oo jadi begitu,,
Ki : y buk,, jadi kalau pagi saya bangunnya
telat dan saat pelajaran saya mengantuk jadi
gak bisa konsentrasi.
Ko : trus apa yang akan kamu lakukan untuk
mengatasi ini?
Ki : gak tau buk
Ko : menurutmu ada jalan keluar gak supaya
kamu tetap konsentrasi dalam belajar?
Ki : ada sie buk, saya berencana untuk kos
saja, supaya saya dapat belajar dengan tenang,
tidur juga gak kemaleman, dengan begitu saya dapat konsentasi dalam
mengikuti
pelajaran disekolah.
Ko : orang tua mu mengijinkan?
Ki : belum tau sie buk,,mungkin besok saya
akan bicarakan samaa orang tua saya.
Ko : ya, bagus itu kamu harus ijin dulu
dengan orang tua kamu, ini juga untuk kebaikan
masa depan kamu.
Ki : ya buk, saya mengerti
Ko : bagus kalau begitu
Ki : trimaksih yaw buk, buat luangin
waktunya buat saya
Ko : ya sama-sama,, selamat mencobanya
yaw,,ibu doakan berhasil.
Ki : y buk,, trimakasih, selamat siang bu,,
Ko : selamat siang juga.
Perasaan
saya setelah pertemuan konseling:
Saya
merasa lega karna telah mengetahui penyebab konseli tidak dapat berkonsentrasi
saat pelajaran dan berhasil menemukan solusi untuk konseli yang di pecahkan
konseli sendiri bukan konselor.
Hal
yang saya temukan dari sesi ini :
Peran
orang tua juga sangat mempengaruhi konsentasi belajar siswa, jadi perlu adanya
perhatian dari orang tua untuk selalu memantau anaknya dalam belajar, apakah
mereka dapat konsentrasi atau tidak saat belajar dirumah maupun disekolah.